Frozen
Afina Maharani
Kita berdiri berhadap - hadapan, kamu menatapku penuh cinta dan rindu. Tapi aku tidak lagi merasakan hal yang sama padamu, hatiku sudah membeku dan mati untukmu, di malam dingin beku itu kamu menyuruhku pergi selamanya menjauh dari hidupmu. Kamu yang dulu mengatakan akan selalu menjagaku dan mencintaiku akan tetapi ternyata kamu tidak mempercayaiku dan mudah sekali goyah.
Aku menyingkir dengan sisa harga diri yang masih aku pegang erat-erat.
Aku bertahan karena aku memiliki sesuatu berharga, yang tidak akan aku mengizinkan kamu mengambilnya juga dariku.
Sekarang kau memohon lagi, menangis padaku, apa kamu sudah lupa itulah yang dulu pernah aku lakukan kepadamu, aku pernah meminta, memohon, dan meratap, agar kamu mau percaya padaku. Tapi saat itu kamulah yang telah menghancurkan semuanya . KAMU! Aku membencimu sekarang. Anggap kita tidak pernah saling mengenal lagi. Selamanya!
Haris Adni Dinata
Kita berdiri berhadap-hadapan, kamu menatapku penuh benci dan dendam. Aku masih mencintaimu. Sangat mencintaimu. Maafkan aku. Masihkah kamu mencintaiku? Maafkan aku yang telah tidak percaya padamu.
Aku akan menebus semua kesalahanku, meskipun aku harus meratap dan memohon. Walapun harus memakai waktu seumur hidupku. Janganlah membenciku, jangan mengatakan tidak mengenalku. Kamu milikku! Selamanya!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.